Menjaga

Aku menangkap bayangmu dari kejauhan, ku amati kamu diam-diam sambil berbisik kepada hati, lihatnya jangan pake cinta!, aku tertawa sendiri dengan monolog sunyi di kepalaku. Aku memutuskan untuk tidak menyapamu, membiarkan kamu lewat, seperti pasrah yang luruh jika takdirpun membiarkan kamu lewat, sempat mampir, tapi tidak menetap.

Aku bisa saja berusaha, menunjukkan sikap bahwa nyatanya kamu spesial bagiku, sampai perdebatan kecil mengisi kepalaku, yakinkah aku cinta ketika aku justru menjadi ujian buatmu? Ketika kamu sedang berusaha mendekatkan hati pada sang Pencipta, tapi aku justru mendekatkan hati padamu, cinta manusia yang tidak pasti.

Sebagaimana aku mengingat awal jatuh hatiku justru karena ketaqwaanmu, ku kira benar adanya ketika seorang lelaki tampak lebih tampan usai melaksanakan ibadahnya. Aku tak mau menjadi lucu, mencintaimu karena ketaqwaanmu tapi menjadi ujian bagimu untuk menjaga hati.

Ku kira baiknya begini, masing-masing dari kita saling menjaga sesuai titahNya, bahkan jika kita saling melewatkan, sudah kuberikan usaha terbaikku, mencintaimu dengan cara yang paling elegan,  dengan menjaga, menyerahkan  hati kepada takdir Tuhan, pemilik rencana paling indah.

Iklan

30 respons untuk ‘Menjaga

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s